Ikrar Hari Santri: Sejarah, Makna, Dan Semangatnya

by HITNEWS 51 views
Iklan Headers

Hari Santri Nasional, diperingati setiap tanggal 22 Oktober, bukan hanya sekadar tanggal merah di kalender. Lebih dari itu, hari ini adalah momentum penting untuk mengingat, menghargai, dan meneladani semangat juang para santri dan ulama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lalu, apa sebenarnya ikrar Hari Santri itu? Mengapa hari ini begitu istimewa? Yuk, kita bahas tuntas!

Sejarah Singkat Lahirnya Hari Santri

Untuk memahami makna ikrar Hari Santri, kita perlu menengok ke belakang, ke masa-masa perjuangan kemerdekaan. Pada tanggal 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy'ari, seorang ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), mengeluarkan sebuah fatwa yang sangat monumental, yaitu Resolusi Jihad. Fatwa ini berisi seruan kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk berjihad melawan penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia. Resolusi Jihad ini membakar semangat para santri dan masyarakat untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Resolusi Jihad ini muncul sebagai respons terhadapAgresi Militer Belanda II, di mana Belanda kembali datang ke Indonesia dengan tujuan untuk menjajah kembali. Para santri, dengan semangat membara, kemudian bergerak maju di garda terdepan pertempuran. Mereka tidak hanya mengangkat senjata, tetapi juga memberikan semangat moral kepada masyarakat. Peran santri dalam pertempuran 10 November di Surabaya adalah salah satu bukti nyata dari semangat juang mereka. Ribuan santri gugur sebagai syuhada demi membela tanah air.

Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional sendiri baru dilakukan pada tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Keputusan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa dan peran besar kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Hari Santri juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Makna Mendalam Ikrar Hari Santri

Ikrar Hari Santri bukan hanya sekadar seremonial belaka. Di balik ikrar tersebut, terkandung makna yang sangat mendalam. Ikrar ini menjadi semangat bagi seluruh santri di Indonesia untuk:

  1. Memegang teguh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah. Ini adalah fondasi utama bagi seorang santri. Ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah mengajarkan tentang Islam yang moderat, toleran, dan inklusif. Santri diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai ini dari berbagai ancaman.

  2. Setia kepada NKRI dan Pancasila. Santri adalah bagian integral dari bangsa Indonesia. Mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan NKRI dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Santri harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

  3. Siap sedia membela tanah air dari segala ancaman. Semangat jihad yang dulu dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy'ari harus tetap hidup dalam diri setiap santri. Santri harus siap sedia membela tanah air dari segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun dari luar. Ini bukan berarti santri harus mengangkat senjata, tetapi lebih kepada berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa.

  4. Mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif. Perjuangan santri tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih. Santri memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Ini bisa dilakukan melalui pendidikan, dakwah, sosial, dan berbagai bidang lainnya.

  5. Menjaga kerukunan antar umat beragama. Indonesia adalah negara yang majemuk. Santri harus menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Santri harus menghormati perbedaan dan menjalin silaturahmi dengan semua golongan. Ini adalah wujud dari Islam yang rahmatan lil alamin.

Semangat Hari Santri di Era Modern

Di era modern ini, tantangan yang dihadapi santri semakin kompleks. Santri tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu agama, tetapi juga harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Santri harus mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi santri saat ini adalah radikalisme dan terorisme. Santri harus menjadi garda terdepan dalam melawan paham-paham radikal dan terorisme yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Santri harus mampu memberikan pemahaman yang benar tentang Islam kepada masyarakat.

Selain itu, santri juga harus berperan aktif dalam pembangunan ekonomi. Santri harus mampu menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Santri bisa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha dan bisnis yang berbasis pada nilai-nilai keislaman.

Guys, semangat Hari Santri harus terus kita kobarkan dalam diri kita masing-masing. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa dan negara. Santri bukan hanya sebutan, tetapi juga sebuah panggilan jiwa untuk menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama.

Cara Memperingati Hari Santri

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memperingati Hari Santri. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mengikuti upacara bendera. Upacara bendera adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada tanah air. Dengan mengikuti upacara bendera, kita juga mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.
  • Mengadakan kegiatan sosial. Kegiatan sosial adalah wujud dari kepedulian kita terhadap sesama. Kita bisa mengadakan bakti sosial, donor darah, atau kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.
  • Mengadakan seminar atau diskusi. Seminar atau diskusi adalah cara yang baik untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang Islam dan kebangsaan. Kita bisa mengundang tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan materi.
  • Mengadakan festival seni dan budaya Islam. Festival seni dan budaya Islam adalah cara yang menarik untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat luas. Kita bisa menampilkan berbagai seni dan budaya Islam, seperti kaligrafi, hadroh, dan tari sufi.
  • Menyebarkan pesan-pesan positif di media sosial. Media sosial adalah sarana yang efektif untuk menyebarkan pesan-pesan positif. Kita bisa menggunakan media sosial untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Santri, membagikan informasi tentang Hari Santri, atau mengkampanyekan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Kesimpulan

Ikrar Hari Santri adalah momentum penting untuk mengingat sejarah perjuangan santri, meneguhkan komitmen pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Semangat Hari Santri harus terus kita kobarkan dalam diri kita masing-masing. Mari kita jadikan santri sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Jadi, guys, mari kita rayakan Hari Santri dengan semangat juang dan cinta tanah air! Selamat Hari Santri Nasional!